web site hit counter
Home / Ekonomi Daerah di Kabupaten Natuna

Ekonomi Daerah di Kabupaten Natuna

Pertanian Tanaman Pangan

Dari keseluruhan lahan pertanian yang ada di Kabupaten Natuna tahun 2018, sebanyak 419,5 hektar merupakan lahan sawah. Lahan sawah di Kabupaten Natuna sebagian besar tidak memiliki irigasi, karena dari 419,5 hektar luas lahan sawah di Natuna, luas lahan sawah yang memiliki sistem irigasi hanya 156 hektar, sedangkan sisanya sebanyak 263,5 hektar merupakan sawah non irigasi dan sebanyak 257,5 hektar merupakan sawah tadah hujan. Dari seluruh sawah yang dimiliki Natuna, sawah yang ditanami padi sebanyak 312 hektar, dimana 246 hektar ditanam di lahan sawah yang tidak memiliki sistem irigasi.

Luas panen padi di Kabupaten Natuna tahun 2018 mencapai 92,2 hektar dengan produksi padi sebanyak 178,68 ton dan produktivitas padi mencapai 1,9 ton setiap hektar. Produksi padi setara beras yang dihasilkan tahun 2018 di Natuna mencapai 95,38 ton. Kecamatan dengan panen padi terbanyak adalah Kecamatan Serasan Timur, dengan luas panen padi sebesar 57,6 hektar dan produksi padi sebanyak 108,86 ton. Akan tetapi, kecamatan yang memiliki produktivitas padi tertinggi adalah Kecamatan Bunguran Batubi, dengan 2,05 ton setiap hektar.

Tanaman palawija banyak ditanam di Natuna untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu palawija termasuk dalam pertanian subsisten. Tanaman yang paling banyak dipanen yaitu ubi kayu sebanyak 84,4 hektar. Kecamatan dengan panen ubi kayu terbanyak adalah Serasan dengan luas panen sebesar 24 hektar. Selain ubi kayu, tanaman palawija yang juga ditanam di Natuna adalah tanaman jagung dan kedelai. Pada tahun 2018, produksi jagung mencapai 9,45 ton GKG dengan kecamatan yang panen jagung terbanyak merupakan Bunguran Timur Laut, yaitu sebanyak 4,2 ton GKG. Pada tanaman kedelai, produksi kedelai di Natuna tahun 2018 mencapai 2,12 ton, dimana semuanya dipanen di kecamatan Bunguran Batubi.

Sayur dan Buah-buahan

Produksi sayuran dan buah-buahan di Natuna termasuk yang cukup baik karena kondisi tanah dan cuaca yang mendukung. Namun, skala usahanya masih kecil karena kurangnya modal dan pemasaran yang terkendala sehingga sayuran dan buah-buahan yang dipanen terbuang. Secara keseluruhan, produksi sayuran dan buah-buahan semusim di Kabupaten Natuna menurun 57,9 persen dari 423,4 ton pada tahun 2017 menjadi 178,2 ton pada tahun 2018, dengan produksi tanaman sayuran dan buah-buahan semusim terbanyak pada tahun 2018 adalah tanaman ketimun yaitu 36,5 ton. Akan tetapi, luas panen tanaman sayuran dan buah-buahan semusim di Natuna meningkat 6 persen dengan luas panen terbesar adalah tanaman kangkung dan peningkatan luas panen terbesar adalah tanaman ketimun. Penurunan produksi tanaman sayuran dan buah-buahan semusim tahun 2018 terjadi pada tanaman semangka yaitu sebesar 86,7 persen dari 117,5 ton pada tahun 2017 menjadi 15,6 ton pada tahun 2018. Produksi sayuran dan buah-buahan diharapkan terus meningkat karena Natuna memiliki potensi lahan yang cukup subur sehingga dapat mengurangi jumlah buah-buahan yang diimpor dari provinsi lain mengingat biaya/margin perdagangan yang besar.

Luas panen tanaman biofarmaka meningkat sebesar 65,88 persen dari 513 hektar pada tahun 2017 menjadi 851 hektar pada tahun 2018. Akan tetapi, produksi tanaman biofarmaka menurun sebesar 75,60 persen dari 3.701 kilogram pada tahun 2017 menjadi 903 kilogram pada tahun 2018. Berdasarkan jenis komoditasnya, tanaman biofarmaka yang memiliki produksi terbesar pada tahun 2018 adalah tanaman laos/lengkuas, yaitu 409 ton, sedangkan penurunan terbesar produksi tanaman biofarmaka di Natuna tahun 2018 terdapat pada tanaman kunyit, yaitu dari 1.165 kilogram pada tahun 2017 menjadi 27 kilogram tahun 2018, atau menurun sebesar 97,68 persen. Meskipun tanaman laos/lengkuas merupakan produksi terbesar tanaman biofarmaka di Natuna tahun 2018, tanaman laos/lengkuas mengalami penurunan produksi sebesar 49,87 persen dari 816 kilogram pada tahun 2017 men jadi 409 kilogram pada tahun 2018. Akan tetapi, berdasarkan luas panen, tanaman laos/lengkuas mengalami kenaikan sebesar 266,3 persen dari 92 hektar pada tahun 2017 menjadi 337 hektar pada tahun 2018.

Produksi buah-buahan dan sayuran tahunan di Kabupaten Natuna tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 67,58 persen dari 1.119 ton pada tahun 2017 menjadi 362,8 ton pada tahun 2018. Hampir seluruh tanaman buah-buahan dan sayuran tahunan tahun 2018 mengalami penurunan produksi dibandingkan dengan tahun 2017. Penurunan terbesar terjadi pada tanaman pisang, yaitu sebesar 69,4 persen dari 246,1 ton pada tahun 2017 menjadi 75,3 ton pada tahun 2018. Peningkatan produksi hanya dimiliki oleh durian, yaitu sebesar 96,09 persen dari 48,6 ton pada tahun 2017 menjadi 95,3 ton pada tahun 2018.

Perkebunan

Perkebunan merupakan subsektor pertanian yang penting di dalam pengembangan pertanian baik di tingkat regional maupun nasional. Luas lahan tanaman perkebunan terbesar yaitu cengkeh (12.923 hektar) dan kelapa (12.179 hektar). Namun, tanaman perkebunan yang merupakan tanaman perdagangan yang potensial di Natuna yaitu kelapa yang memiliki angka produksi terbesar yaitu 13.163 ton jika dibandingkan komoditas lainnya. Hal ini disebabkan karena cengkeh merupakan tanaman musiman yang hanya panen sekali setahun, sedangkan tanaman kelapa jumlahnya banyak dan produksinya berkelanjutan/kontinu sepanjang tahun.

Pada tahun 2018, hampir seluruh tanaman perkebunan mengalami peningkatan produksi dibandingkan tahun 2017. Walaupun produksi cengkeh di Natuna tahun 2018 tidak sebesar produksi kelapa di tahun tersebut, cengkeh mengalami peningkatan terbesar, yaitu dari 1.510 ton pada tahun 2017 menjadi 7.487 ton pada tahun 2018.

Peternakan

Hewan ternak yang dipelihara di Natuna yaitu sapi dan kambing, dimana sapi potong paling banyak jumlahnya (9.948 ekor) karena memang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging masyarakat. Populasi sapi potong terbanyak terdapat di kecamatan Bunguran Timur, yaitu sebesar 1.794 ekor. Selain ternak besar, juga terdapat populasi unggas yaitu jenis ayam pedaging, ayam kampung, dana itik/itik manila. Jenis ayam pedaging adalah populasi paling banyak yaitu 534.000 ekor. Populasi ayam pedaging terbanyak terdapat di kecamatan Bunguran Selatan, yaitu sebesar 168.000 ekor.

Produksi sapi potong dan kambing di Natuna tahun 2018 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017, dengan produksi terbesar adalah sapi potong yaitu 76.704 kilogram. Hal tersebut juga dialami oleh ayam pedaging, dari 640.800 kilogram pada tahun 2017 menjadi 609.804 kilogram pada tahun 2018. Akan tetapi, produksi ayam kampung meningkat dari 17.005 kilogram pada tahun 2017 menjadi 17.312 kilogram pada tahun 2018. Produk lain yang dihasilkan dari sektor peternakan di tahun 2018 adalah telur dari ayam kampung dan itik. Produksi telur unggas pada tahun 2018 meningkat dibanding 2017, dengan produksi terbesar adalah telur ayam kampung, yaitu sebesar 7.432 ton.

Perikanan

Keadaan wilayah geografis yang sebagian besarnya merupakan laut menjadikan potensi perikanan Kabupaten Natuna memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Perikanan tangkap lebih mendominasi baik dari segi jumlah rumah tangga usaha maupun produksi dibanding perikanan budidaya. Jumlah produksi perikanan tangkap di laut tahun 2018 mencapai 87.248,25 ton dengan nilai 1.752.206.424.000 rupiah. Kecamatan dengan produksi perikanan tangkap di laut yang terbesar adalah kecamatan Bunguran Barat, dengan produksi sebanyak 18.942,18 ton, atau sebanyak 21,71 persen dari total produksi di Natuna.

Produksi perikanan budidaya dari kegiatan pembesaran di Kabupaten Natuna tahun 2018 mencapai 76.896 ton, sedangkan dari kegiatan pembenihan mencapai 90 ton. Kecamatan dengan produksi perikanan budidaya dari kegiatan pembesaran di tahun 2018 terbesar adalah Kecamatan Bunguran Timur, dengan produksi 54.432 ton, diikuti kecamatan Midai dengan produksi 4.104 ton. Selanjutnya pada perikanan budidaya dari kegiatan pembenihan, hanya terdapat 4 kecamatan yang memproduksi, yaitu kecamatan Midai, Bunguran Batubi, Bunguran Timur, dan Bunguran Selatan, dengan produksi terbanyak terdapat di Midai dan Bunguran Barat, dengan jumlah produksi sebanyak 30 ton.

Pertambangan

Hasil dari kegiatan pertambangan di Kabupaten Natuna meliputi minyak mentah dan gas bumi. Jumlah lifting minyak mentah mengalami peningkatan dari 4.773.443 barel pada 2017 menjadi 4.920.340 barel pada 2018. Selain terjadi peningkatan produksi terdapat pula kenaikan harga dari US$49,49 menjadi US$66,23. Sementar itu, nilai pendapatan kotor juga mengalami peningkatan dari US$236.215.854 pada 2017 menjadi US$325.897.894 pada 2018.

Sama halnya dengan minyak mentah, gas bumi mengalami penurunan jumlah produksi sebesar 10 persen, namun harga rata-rata gas bumi meningkat menjadi 10.44 US$.

Nilai pendapatan kotor gas bumi juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2017 dan tahun 2018 yaitu menjadi sebesar 486.217.691 US$.

Listrik dan Air Minum

Rumah tangga merupakan salah satu pelanggan listrik yang konsumsinya paling besar. Dengan jumlah pelanggan listrik rumah tangga sebesar 18.235 dari 20.517 pelanggan listrik.

Produksi listrik tertinggi berasal dari kecamatan Bunguran Timur dengan nilai produksi selama setahun yaitu sebesar 27 882 824 yang berasal dari PLTD Ranai, sedangkan untuk produksi terendah berasal dari PLTD Tanjung Kumbik dan PLTD Kelarik.

27 882 824 yang berasal dari PLTD Ranai, sedangkan untuk produksi terendah berasal dari PLTD Tanjung Kumbik dan PLTD Kelarik.

Distribusi air bersih di kabupaten Natuna berjumlah sebesar 3 825 792 m3 dengan lebih dari 67% air didistribusikan ke pelanggan di kecamatan Bunguran Timur, hal ini didukung dengan jumlah pelanggan yang ada di Bunguran Timur yang terdiri dari 6 024 pelanggan, dimana jumlah ini merupakan 83,5% dari total pelanggan yang ada di Kabupaten Natuna.

 

Sumber : Kabupaten Natuna Dalam Angka 2019

Official Site Manager Natuna Regency Website
Jl. Batu Sisir - Bukit Arai, Gedung B Lantai II - P. Senoa, Ranai - Natuna 29783, Indonesia.
Email: natuna@natunakab.go.id, Telp: +62-773-31554, +62-773-31554.