(wartaKominfo)– Pemerintah Kabupaten Natuna resmi memulai Training Center (TC) bagi peserta Kafilah Kabupaten Natuna yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 di Kota Tanjungpinang. Kegiatan pembukaan dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna Lantai II – Bukit Arai, pada Senin (11/05/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Natuna, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Bagian Kesra, para pembina serta peserta MTQ Kafilah Natuna.
Pembukaan kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah satu peserta kafilah, kemudian dilanjutkan dengan laporan panitia Training Center yang disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Natuna.
Dalam laporannya disampaikan bahwa pelaksanaan Training Center dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung mulai 9 hingga 23 Mei 2026, sedangkan tahap kedua akan dilaksanakan pada 13 hingga 27 Juni 2026.
Seluruh rangkaian pembinaan dipusatkan di Hotel Madani Syari’ah Natuna.
Sebanyak 54 peserta dipersiapkan untuk mengikuti berbagai cabang perlombaan pada MTQ XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau. Adapun cabang yang diikuti meliputi tartil dan tilawah, qiraat, tahfidz, tafsir tiga bahasa, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, kaligrafi dan digital, serta karya tulis ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).

Untuk memaksimalkan pembinaan, panitia juga menghadirkan sejumlah pembina berpengalaman dari Kota Batam guna memberikan pelatihan intensif kepada para peserta selama pelaksanaan TC berlangsung.
Bupati Natuna dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan pesan semangat kepada seluruh panitia, pembina dan peserta yang akan mempersiapkan diri untuk membawa nama baik Kabupaten Natuna di ajang MTQ tingkat provinsi. Ia berharap melalui pembinaan yang terarah dan disiplin, Kafilah Natuna dapat tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik.
Selain menjadi ajang kompetisi, MTQ juga diharapkan mampu menjadi sarana membangun generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Diskominfo/D