Langkah ini ditempuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna sebagai upaya proaktif mengantisipasi potensi kelangkaan barang sekaligus menekan lonjakan harga pasar. Sebagai wilayah kepulauan terluar di perbatasan utara Indonesia, ketergantungan Natuna terhadap pasokan jalur laut khususnya untuk komoditas vital seperti beras, cabai, dan bawang merah masih sangat tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Cen Sui Lan menegaskan bahwa tantangan rantai pasok di wilayah kepulauan memiliki karakteristik unik yang tidak dapat disamakan dengan wilayah daratan. Wilayah daratan umumnya memiliki banyak pilihan moda transportasi, sementara daerah kepulauan sangat bergantung pada cuaca dan pelayaran.
“Begitu kapal pengangkut terlambat berlabuh akibat kendala cuaca atau logistik, stok barang di pasar langsung menipis. Dampak lanjutannya, harga di tingkat konsumen otomatis melonjak tajam,” ujar Cen Sui Lan.
Oleh karena itu, Cen mendesak Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Pusat untuk memberikan perhatian serta regulasi khusus bagi kawasan perbatasan. Ia berharap faktor jarak geografis dan tingginya biaya logistik tidak terus-menerus menyandera ketersediaan serta keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat Natuna.

Menutup keterangannya, Bupati Natuna berharap koordinasi ini dapat segera membuahkan kebijakan konkret yang mempermudah alur distribusi sembako ke Natuna dalam waktu dekat.
“Mari kita bersama-sama berdoa agar upaya dan ikhtiar kita ini berjalan lancar serta membawa manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Natuna,” pungkas Cen Sui Lan. Diskominfo/MD