Pemkab Natuna Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Instruksikan Pembentukan Posko di Kecamatan Rawan

You are currently viewing Pemkab Natuna Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Instruksikan Pembentukan Posko di Kecamatan Rawan

WartaKominfo – Pemerintah Kabupaten Natuna terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini merupakan tindak lanjut dari rapat evaluasi siaga darurat bencana yang dipimpin Bupati Natuna, Cen Sui Lan, pada Rabu (15/4) siang di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna.

Bupati Natuna menginstruksikan kepada seluruh kecamatan yang terdampak maupun berpotensi terjadi karhutla untuk segera membangun posko siaga karhutla. Langkah ini bertujuan agar respons penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif, sehingga kebakaran tidak meluas.

Instruksi tersebut disampaikan kembali oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko Varianto, saat memimpin Rapat Evaluasi Penanganan Siaga Darurat Cuaca Ekstrem, Kekeringan, serta Karhutla di Kabupaten Natuna yang digelar melalui Zoom Meeting, Kamis (16/4) pagi.

Dalam arahannya, Sekda menegaskan pentingnya koordinasi seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam tim penanganan karhutla. Hal ini mengingat beberapa bulan ke depan diperkirakan menjadi puncak musim panas sebagai dampak fenomena El Nino.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong optimalisasi penyebaran informasi kepada masyarakat. Lembaga Penyiaran Publik RRI Ranai diminta untuk terus memberikan edukasi dan informasi terkait kondisi serta prediksi cuaca. Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna diinstruksikan aktif menyebarluaskan informasi pencegahan karhutla melalui videotron dan kanal resmi pemerintah daerah.

Lebih lanjut, camat dan kepala desa diminta untuk secara rutin memperbarui data titik api melalui aplikasi pemantauan yang tersedia, guna meningkatkan kecepatan respons apabila terjadi kebakaran.

Berdasarkan pemaparan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Natuna, curah hujan pada April hingga Juni diperkirakan berada pada kategori rendah hingga sedang. Sementara itu, puncak musim panas diprediksi terjadi pada Juli hingga September 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, Raja Darmika, S.T, M.A.P mengajak pemerintah kecamatan dan desa untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan awal karhutla. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, termasuk dalam memberikan pemahaman kepada petani agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Sementara itu, laporan dari sejumlah kecamatan menunjukkan kondisi relatif terkendali. Kecamatan Bunguran Tengah mencatat satu kejadian kebakaran lahan yang berhasil ditangani dengan cepat berkat kerja sama masyarakat dan aparatur setempat. Adapun Kecamatan Bunguran Selatan, Bunguran Utara, dan Bunguran Timur Laut melaporkan tidak terjadi karhutla.

Meski demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan. Berdasarkan data aplikasi Sipongi, masih terdeteksi adanya hotspot di wilayah Natuna, sehingga seluruh pihak diminta tetap siaga dan responsif dalam menghadapi potensi kebakaran. (Diskominfo/MZ)