Rapat dihadiri Wakil Bupati Natuna Jarmin, S.E, Sekretaris Daerah Boy Wijanarko Varianto, sejumlah kepala perangkat daerah, serta perwakilan Kedutaan Besar Australia dan James Cook University.
Sekretaris Daerah Natuna menyambut kunjungan tersebut sebagai kesempatan untuk membahas potensi kolaborasi yang dapat mendukung pembangunan daerah. Ia menilai, pengembangan potensi alam Natuna memerlukan dukungan dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk mitra internasional.
Perwakilan Kedutaan Besar Australia, Ryan Cunningham, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi peluang kerja sama, terutama di bidang kemaritiman, infrastruktur, dan pendidikan. Pembahasan juga mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia serta peluang beasiswa melalui kerja sama pendidikan.
Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Natuna Jarmin memaparkan potensi strategis Natuna sebagai wilayah perbatasan yang memiliki kekayaan sumber daya perikanan, minyak dan gas bumi, keanekaragaman hayati, serta warisan geologi. Namun, keterbatasan konektivitas darat, laut, dan udara serta belum meratanya akses telekomunikasi masih menjadi tantangan dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Pada sektor perikanan, Kepala Dinas Perikanan Natuna, Hadi Suryanto, menekankan perlunya peningkatan kapasitas nelayan, pengembangan industri pengolahan hasil tangkapan, dan penyediaan fasilitas pembenihan ikan. Upaya konservasi terumbu karang juga menjadi perhatian untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Sementara itu, Kepala Bapperida Natuna sekaligus Plt. Kepala Dinas Pariwisata, H. Moestofa Al Baqry, memaparkan peluang pengembangan wisata bahari, geowisata, sejarah, dan budaya. Penataan Pantai Piwang turut disampaikan sebagai salah satu upaya yang diusulkan untuk memperkuat daya tarik pariwisata sekaligus menghubungkan berbagai destinasi unggulan di Natuna.
Dari pembahasan tersebut, sejumlah peluang kerja sama mengemuka, meliputi perikanan berkelanjutan, modernisasi nelayan, pengembangan budi daya, konservasi ekosistem pesisir, pengurangan sampah laut, pendidikan kemaritiman, serta pariwisata bahari dan geowisata.
Rapat dilanjutkan dengan diskusi, pertukaran cenderamata, dan foto bersama, serta berakhir sekitar pukul 10.30 WIB.
Pemerintah Kabupaten Natuna berharap penjajakan ini dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dan pembahasan lebih lanjut sesuai kebutuhan daerah. Meski demikian, peluang-peluang tersebut masih memerlukan tindak lanjut dan belum merupakan kesepakatan kerja sama resmi.
(Diskominfo/ono)