(wartaKominfo) – Pemerintah Kabupaten Natuna menggelar Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Natuna ke-21 Masa Sidang III Tahun Sidang 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Natuna ke-27, Senin (12/10/2026) pagi, di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Natuna, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur.
Rapat paripurna tersebut dihadiri Bupati Natuna Cen Sui Lan, Wakil Bupati Natuna Jarmin, S.E., Ketua DPRD Natuna Rusdi, Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna H. Boy Wijanarko Varianto, S.E., anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Himne Kabupaten Natuna, dilanjutkan prosesi tepung tawar oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Natuna serta sambutan Ketua DPRD Natuna Rusdi. Dalam sambutannya, Rusdi menyampaikan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang sejarah, menghargai jasa para pendahulu, dan mengevaluasi perjalanan pembangunan daerah.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan. Menurutnya, pemerataan pembangunan antarwilayah dan antarpulau, konektivitas, pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, kesejahteraan nelayan, pariwisata bahari, serta perlindungan lingkungan merupakan sejumlah agenda yang perlu terus diperjuangkan bersama.
Dalam pidatonya, Bupati Natuna Cen Sui Lan mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi ke-27 sebagai momentum refleksi atas perjalanan daerah sekaligus memperkuat komitmen untuk melanjutkan pembangunan. Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Natuna yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999 telah melalui perjalanan panjang dengan berbagai capaian dan tantangan.
Bupati turut menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada para tokoh pendiri, mantan kepala daerah, serta seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi bagi kemajuan Natuna. Pengabdian dan perjuangan para pendahulu, menurutnya, menjadi landasan penting bagi generasi saat ini untuk melanjutkan pembangunan dengan semangat persatuan dan tanggung jawab.
Bupati menjelaskan, di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah, pemerintah terus berupaya melaksanakan pembangunan pada sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan. Upaya tersebut dilakukan melalui perencanaan yang terukur serta penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Sejumlah indikator pembangunan turut disampaikan sebagai gambaran perkembangan daerah. Pada 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Natuna mencapai 78,94 poin, sedangkan tingkat kemiskinan turun menjadi 4,81 persen atau berkurang 0,44 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio gini tercatat sebesar 0,263 poin, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada pada angka 3,98 persen.
Dari sisi perekonomian, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Natuna hingga Triwulan II Tahun 2026 tercatat sebesar 9,51 persen dengan migas. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi tanpa migas mencapai 0,59 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 1,61 persen. Bupati menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi perlu terus diperkuat agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, serta peningkatan pendapatan nelayan, petani, dan pelaku usaha.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan bahwa Kabupaten Natuna memperoleh dukungan anggaran dari APBN dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau pada 2026 sebesar kurang lebih Rp637,53 miliar. Dukungan tersebut dialokasikan untuk berbagai program pembangunan, antara lain pembangunan Pasar JICA, Program Kampung Nelayan Merah Putih di 20 lokasi, revitalisasi 62 sekolah, pembangunan Jalan Kelarik Hulu–Segeram, pengamanan pantai Kepala Tahap II, serta pembangunan Sekolah Rakyat.
Selain itu, terdapat program perbaikan 393 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan fasilitas irigasi dan air baku, normalisasi sungai, pengembangan Koperasi Desa Merah Putih di 77 desa dan kelurahan, pembangunan gudang Bulog di Pulau Laut, Midai, dan Serasan, serta program hilirisasi kelapa. Dukungan lainnya mencakup rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Selat Lampa, pembangunan Jembatan Sekunyam–Pian Tengah, perlindungan melalui program asuransi bagi 4.361 nelayan, serta beasiswa bagi 76 putra-putri Natuna di sejumlah perguruan tinggi.
Bupati menegaskan bahwa berbagai program dan dukungan anggaran tersebut merupakan peluang penting untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program agar berjalan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menutup pidatonya, Cen Sui Lan mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan, gotong royong, dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan pembangunan. Menurutnya, kemajuan Natuna membutuhkan sinergi pemerintah daerah, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, DPRD, instansi vertikal, dunia usaha, dan masyarakat.
Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Natuna diharapkan menjadi penguat semangat bersama untuk mewujudkan Natuna yang semakin maju, makmur, berdaya saing, dan tetap menjunjung tinggi budaya serta nilai-nilai luhur masyarakat.
Diskominfo/D