WartaKominfo – Bupati Natuna, Cen Sui Lan, memimpin rapat evaluasi siaga darurat bencana yang berlangsung di ruang rapat Kantor Bupati Natuna, Rabu (15/4) siang. Rapat ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan serta memastikan langkah-langkah penanganan bencana berjalan optimal di Kabupaten Natuna dan selalu melakukan upaya pencegahan melalui himbauan dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Beliau juga mengingatkan agar setiap bantuan yang telah diterima dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tepat sasaran. Termasuk di antaranya bantuan makanan siap saji sebanyak 1.000 kotak dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang diperuntukkan bagi petugas, masyarakat, dan korban bencana. Ia menegaskan bahwa pengelolaan bantuan harus dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.

Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia atas respon cepat dalam memberikan bantuan kepada Kabupaten Natuna. Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat dalam mendukung penanganan bencana, khususnya dalam situasi darurat di wilayah terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bantuan yang diterima diantaranya :
A. BARANG PERMAKANAN
1. Makanan Siap Saji – 1.000 Paket
2. Lauk Pauk Siap Saji – 1.000 Paket
B. PERALATAN EVAKUASI
1. Tenda Keluarga – 10 Unit
2. Kasur – 425 Lembar
3. Lampu Emergency Portable – 2 Unit
4. Tenda Serbaguna – 2 Unit
5. Tenda Gulung – 300 Lembar
C. SANDANG
1. Selimut – 350 Lembar
D. PERLENGKAPAN KELUARGA
1. Family Kit – 350 Paket
2. Kids Ware – 240 Paket
Selain itu, Bupati turut menginstruksikan kepada dinas terkait untuk segera melakukan analisis kebutuhan peralatan dalam penanganan bencana, khususnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Natuna. Langkah ini dinilai penting guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Melalui rapat evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Natuna berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi bencana, demi melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan. (Diskominfo/Mz)