Evaluasi Program Cek Kesehatan Gratis, Pemkab Natuna Perkuat Sinergi dan Akurasi Data

You are currently viewing Evaluasi Program Cek Kesehatan Gratis, Pemkab Natuna Perkuat Sinergi dan Akurasi Data

(wartaKominfo) – Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Kesehatan menggelar Pembukaan Evaluasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya menilai pelaksanaan program sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di daerah. Kegiatan berlangsung di Natuna Dive Resort, Desa Sepempang, pada Selasa (18/08/2026) pagi. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga Rabu (19/08/2026).

Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Natuna Ilham Khauli, Kepala UPT Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Soetomo, Kepala Puskesmas Bunguran Besar, perwakilan OPD, serta para kepala puskesmas di luar Kecamatan Bunguran Timur yang mengikuti secara daring.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah menyampaikan bahwa evaluasi diperlukan untuk melihat sejauh mana Program CKG telah berjalan di lapangan, tidak hanya dari sisi jumlah masyarakat yang mendapatkan layanan, tetapi juga kualitas pelayanan, kendala pelaksanaan, serta langkah perbaikan ke depan.

Menurutnya, Program CKG merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sekaligus melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko maupun penyakit.

“Program Cek Kesehatan Gratis merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko maupun penyakit,” ujarnya.

Ia menekankan agar pelaksanaan program tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas, akses pelayanan yang mudah, serta tindak lanjut apabila ditemukan permasalahan kesehatan.

Hikmat juga menyoroti pentingnya akurasi data hasil pemeriksaan. Menurutnya, data kesehatan yang tercatat dengan baik harus dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam menentukan kebijakan dan intervensi kesehatan di Kabupaten Natuna.

“Jangan sampai data hanya menjadi angka dalam laporan, tetapi harus benar-benar menjadi dasar untuk melakukan intervensi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Natuna Ilham Khauli menyampaikan pentingnya sinergi antara data kependudukan dan pelayanan kesehatan. Menurutnya, data administrasi kependudukan yang akurat menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan masyarakat memperoleh hak pelayanan dasar.

Ia mengungkapkan masih terdapat lebih dari 6.000 data masyarakat yang belum aktif dalam kepesertaan BPJS Kesehatan. Selain itu, terdapat sejumlah kasus di lapangan yang menunjukkan masih adanya masyarakat yang menghadapi kendala pelayanan kesehatan akibat data kependudukan yang belum lengkap atau belum diperbarui.

“Persoalan-persoalan seperti ini menunjukkan bahwa akurasi dan pemutakhiran data kependudukan bukan sekadar urusan administrasi, tetapi sangat berkaitan langsung dengan hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan dasar, khususnya pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Sebagai bagian dari penguatan sinergi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna dan Disdukcapil Kabupaten Natuna terkait pemanfaatan serta pemutakhiran data kependudukan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun pelayanan yang lebih terpadu, cepat, akurat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diskusi terkait pelaksanaan serta evaluasi Program Cek Kesehatan Gratis.

Melalui evaluasi dan penguatan kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Natuna mendorong agar Program CKG dapat berjalan semakin optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan berbasis data.

Diskominfo/D