Seorang nelayan asal Pulau Subi, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, bernama Syahruddin, dilaporkan terdampar di wilayah Kucing, Malaysia, pada Sabtu (13/12) siang. Peristiwa tersebut terjadi akibat alat GPS yang digunakan mengalami kerusakan, sehingga kapal nelayan tersebut tanpa sengaja memasuki perairan negara tetangga.
Direktur Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Sarawak, Laksamana Pertama (Maritim) Mohd Khairi Abd Aziz, menjelaskan bahwa insiden itu pertama kali diketahui oleh warga Kampung Telaga Air. Warga setempat kemudian menghubungi Sub Pusat Penyelamatan Maritim (MRSC) Kuching setelah melihat sebuah kapal nelayan mendekati dermaga dalam kondisi tidak terkendali.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim MMEA Sarawak segera dikerahkan ke lokasi. Petugas menemukan nakhoda kapal dalam keadaan selamat dan tidak mengalami cedera. Selanjutnya, MRSC Kuching membuat laporan kepolisian di Batu Kawa sebelum menyerahkan nelayan tersebut kepada perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching untuk penanganan lebih lanjut.
Mendengar kabar tersebut, Bupati Natuna, Cen Sui Lan, langsung melakukan koordinasi dengan KJRI Kuching untuk memastikan kondisi nelayan asal Natuna tersebut. Bupati juga meminta bantuan kepada pihak KJRI agar dapat memfasilitasi proses pemulangan serta memenuhi kebutuhan dasar nelayan selama berada di Malaysia.
Menanggapi hal itu, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kuching memastikan bahwa nelayan asal Pulau Subi tersebut dalam kondisi baik dan telah mendapatkan bantuan dari warga setempat. Pihak KJRI juga telah membantu proses administrasi pemulangan serta memberikan bantuan bahan bakar sebanyak 1.500 liter solar untuk mendukung perjalanan kembali ke Indonesia.
Rencananya, nelayan tersebut akan dipulangkan ke Natuna pada keesokan harinya, setelah kondisi cuaca dinyatakan aman.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya KJRI Kuching dan otoritas Malaysia, atas bantuan dan kerja sama yang telah diberikan sehingga nelayan asal Natuna tersebut dapat kembali ke tanah air dengan selamat.
Bupati Natuna juga meminta agar pihak keluarga tidak perlu khawatir, karena permasalahan ini telah di tangani dengan baik memalui koordinasi langsung dengan Konjen RI Kucing , dan Bapak Syahruddin akan segera kembali.
Prokopim/Patli
PEMKAB NATUNA Website Resmi Pemkab Natuna, Provinsi Kepulauan Riau
