(WartaKominfo) – Institut Agama Islam (IAI) Natuna melepas sembilan mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia pada 10–20 Oktober 2026. Program perdana ini menjadi bagian dari lawatan akademik dan penguatan kemitraan antarbangsa yang mencakup penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta seminar internasional.
Pelepasan tim peneliti dan mahasiswa tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Natuna, Jarmin, S.E., di Ruang Rapat I Lantai II Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai, Jumat (9/10/2026). Kegiatan turut dihadiri Rektor IAI Natuna Dr. Umar Natuna, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Natuna H. Ilham Kauli, serta dosen dan mahasiswa IAI Natuna.
Rektor IAI Natuna, Dr. Umar Natuna, menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung di Johor, Melaka, dan Terengganu tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama kelembagaan yang telah dirintis sebelumnya. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung dalam pengabdian kepada masyarakat, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan beradaptasi di lingkungan lintas budaya.
Wakil Bupati Natuna, Jarmin, menyampaikan apresiasi atas upaya IAI Natuna memperluas pengalaman akademik mahasiswa melalui kerja sama internasional. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan, tetapi juga membuka ruang pertukaran budaya dan memperkuat jejaring pendidikan antara Indonesia dan Malaysia.
Ia berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik Kabupaten Natuna dan Indonesia, serta menunjukkan sikap disiplin, santun, dan bertanggung jawab selama mengikuti kegiatan, Pemerintah Kabupaten Natuna, selanjutnya mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kerja sama pendidikan dan jejaring akademik. Ia berharap pengalaman yang diperoleh para peserta dapat dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Melalui KKN Internasional ini, mahasiswa IAI Natuna diharapkan tidak hanya membawa pulang pengalaman akademik, tetapi juga pengetahuan dan praktik pengabdian yang dapat diterapkan di Natuna.
(Diskominfo/ono)