web site hit counter
Home / Natuna News / Upaya Dinsos Dalam Pengentasan Stunting Melalui Program PKH

Upaya Dinsos Dalam Pengentasan Stunting Melalui Program PKH

Tgl Rilis: Jumat, 30 Agustus 2019 | 05:43

(wartaKominfo) – Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna serius dalam hal intervensi percepatan penurunan prevalansi stunting di Kabupaten Natuna. Selain peran Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) melalui Program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) juga turut mendukung pencegahan stunting dengan memberi bantuan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) kepada keluarga yang dianggap tingkat kesejahteraannya rendah.

Dikatakan oleh Kepala Dinkes PPKB, Rizal Rinaldy bahwa berdasarkan riset kesehatan dasar pada tahun 2017, Natuna ditetapkan sebagai salah satu dari 100 Kabupaten/Kota se Indonesia yang merupakan daerah intervensi stunting dan satu-satunya daerah intervensi stunting di Provinsi Kepulauan Riau. Hal tersebut menurutnya menjadi PR pihaknya dan sektor terkait lainnya untuk menurunkan angka stunting diKabupaten Natuna.

Stunting dapat dicegah pada 1000 hari pertama kehidupan anak. Seribu hari pertama kehidupan dimulai dari kehamilan ibu selama 270 hari (9 bulan), hingga anak berusia dua tahun yaitu 365 hari tahun pertama dan 365 hari tahun kedua anak. 1000 HPK merupakan periode kritis karena kehidupan anak dimasa depan ditentukan oleh gizi pada 1000 HPK. Maka menjadi penting bagi orang tua khususnya ibu untuk memperhatikan gizi anak pada 1000 HPK.

Kabid Sosial Dinsos PPA, Fitri mengatakan bahwa terkait pengentasan stunting, pihaknya ada program yang dinamakan Program Keluarga Harapan (PKH). Program tersebut merupakan salah satu intervensi pemerintah melalui Dinsos untuk mengurangi prevalensi stunting.

Fitri juga menyatakan bahwa tujuan diberikan bantuan berupa PKH kepada keluarga yang kurang mampu adalah supaya mengurangi resiko anak kurang gizi atau ibu hamil kurang gizi yang disebabkan oleh ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil atau anaknya tersebut.

“Jangan karena kekurangan dari segi penghasilan, anak atau ibu hamil jadi kekurangan gizi” tutur Fitri saat Dialog Interaktif Kopi Pagi Edisi Jum’at, (30/08/19).

Dikatakan olehnya bahwa PKH terdapat 3 komponen didalamnya. Diantaranya yaitu, Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan.
Maka, melalui PKH Dinsos serta pendamping Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terus berupaya memastikan mulai dari 1000 HPK ibu hamil dan anaknya kelak terpenuhi gizi nya melalui bantuan PKH tersebut.

Diketahui bahwa, pada tahun 2018 Natuna ditetapkan sebagai daerah Intervensi stunting yang berada di 10 Desa dari 6 Kecamatan. Desa tersebut diantaranya Desa Mekar Jaya, Pian Tengah, Selaut, Batubi Jaya, Sungai Ulu, Batu Gajah, Kelarik Utara, Serantas, Setumuk dan Batubi.
Sedangkan di Tahun 2019 terdapat penambahan 5 Desa yang yang menjadi intervensi stunting di Kabupaten Natuna yaitu, Desa Pengadah, Sebadai Hulu, Cemaga Utara, Tanjung Kumbik Utara dan Selading.

(Diskominfo/Fera)

Official Site Manager Natuna Regency Website
Jl. Batu Sisir - Bukit Arai, Gedung B Lantai II - P. Senoa, Ranai - Natuna 29783, Indonesia.
Email: natuna@natunakab.go.id, Telp: +62-773-31554, +62-773-31554.
x

Check Also

Ombudsman Perwakilan Kepri Gelar Sosialisasi SP4N LAPOR! Di Natuna

(wartaKominfo) – Sebagai Lembaga Negara yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik, ...